Hunian Milenial di Kawasan Berkembang Ciparay Bandung

Mau jadi Agen Properti di Bandung Selatan? Berapa Rata-rata komisinya?

Close up photo of man wearing black suit jacket doing thumbs up gesture
Photo by Lukas on Pexels

Berapa komisi agen properti jual rumah? Ini pertanyaan yang kerap kali ditanyakan oleh seseorang yang berkeinginan untuk memutuskan bergabung menjadi agen properti dan biasa ditanyakan pertama kali kepada pengembang perumahan maupun kepada individu yang berkeinginan menggunakan jasa seorang agen properti.

Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, komisi seorang agen properti cukup besar. Komisi agen properti angkanya cukup bervariasi, Tergantung dari kesepakan antara pemilik rumah maupun developer perumahan. Beberapa perusahan pengembang perumahan mematok komisi penjualan rumah mulai dari 1% hingga 5%, sementara untuk individu perorangan yang ingin memasarkan rumanya biasanya memberikan harga nett kepada agen properti, dan meminta agen properti untuk menaikkan sendiri harganya.

Berapa Standar Komisi Agen Properti di Indonesia?

Layanan broker atau agen properti merupakan profesi yang seringkali dibutuhkan ketika kita mau menjual, membeli, atau menyewakan properti, terlebih bagi mereka yang tak terbiasa dengan dunia properti dan mau menjual, membeli, atau menyewakan properti dengan harga yang wajar.

Masalahnya adalah, mereka yang tak terbiasa dengan dunia properti sering kali tak tahu, berapa banyak komisi broker properti semestinya diberikan sebagai imbalan atas layanan untuk bantuan yang sudah mereka berikan?

Untuk menjawab pertanyaan itu, satu hal semestinya digarisbawahi bahwa tak ada hukum yang mengikat tentang berapa banyak komisi yang semestinya diberikan kepada broker atau broker properti.

Nilai ini tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Cuma saja, menurut hukum tak tertulis, dalam pelaksanaan jual beli properti, yang semestinya memberi komisi adalah penerima uang atau penjual, meski ada kalanya kesepakatan antara penjual dan pembeli, broker itu komisi dapat ditanggung oleh keduanya.

Karena tak ada hukum yang mengikat, untuk memberikan gambaran tentang berapa banyak penghargaan broker properti, maka yang dapat dilaksanakan adalah menyediakan bentang bentang komisi.

Kisaran komisi dibagi menjadi beberapa hukum tak tertulis, baik untuk pialang properti bersertifikat (tergabung dalam perusahaan) ataupun freelance atau pialang properti tradisional.

Regulasi pemerintah

Ternyata, batas jumlah agen properti atau komisi broker telah ditetapkan dalam kebijakan pemerintah tertentu. Pembatasan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 51 / M-DAG / PER / 7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (P4). Peraturan ini menyatakan bahwa dalam melakukan layanan pembelian dan penjualan dan penyewaan, P4 berhak menerima komisi. Sementara itu, untuk penjualan dan pembelian layanan properti, jumlah komisi yang diberikan setidaknya 2% dari nilai transaksi.

Nilai komisi agen properti maksimum dipatok paling banyak 5% dari nilai transaksi. Untuk komisi pada layanan penyewaan properti, jumlah komisi yang berhak diterima oleh P4 dari pengguna layanan, setidaknya 5% dari nilai transaksi.

Sementara itu, komisi maksimum yang diizinkan hanya 8% dari nilai transaksi. Jika dibandingkan dengan peraturan sebelumnya, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 33 / M-DAG / PER / 8/2008 yang kemudian direvisi menjadi Permendag No. 107 / M-DAG / PER / 12/2015 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, ukuran komisi sangat berbeda.

Dalam peraturan lama, nilai komisi agen properti pada layanan pembelian dan penjualan dan penyewaan properti dipatok setidaknya 2% dari nilai transaksi. Tetapi untuk jumlah komisi maksimum, itu tidak diatur. Inilah sebabnya mengapa peraturan ini diperbarui sebagai penegasan dan penyempurnaan agar agen tidak sewenang-wenang.

Komisi Agen Properti

Kisaran komisi ini dibagi menjadi beberapa aturan tidak tertulis, baik untuk agen properti bersertifikat (tergabung dalam perusahaan) maupun freelance atau agen properti tradisional.

Agen Properti Profesional

Pialang bersertifikat biasanya membebankan biaya yang berbeda tergantung pada nilai jual beli. Namun, untuk transaksi dengan nilai di atas 3 miliar, biasanya jumlah komisi agen properti minimal 1 persen, untuk nilai jual properti antara 500 juta – 3 miliar komisi dibayar oleh penjual 1,5 – 2,5 persen, sementara untuk transaksi dengan nilai di bawah komisi R500 juta sebesar 3 persen.

Komisi ini selanjutnya dibagi antara broker dan perusahaan yang porsinya sesuai dengan kebijakan yang berlaku di masing-masing perusahaan.

Agen Properti Tradisional

Bagi mereka yang meminta persentase sebagai broker bersertifikat, jumlahnya sekitar 5-8 persen dari jumlah transaksi jual beli. Terkadang mereka juga mematok harga layanan dalam bentuk tetap, seperti meminta bayaran sebesar 20.000.000 jika Anda mampu menjual rumah dengan kisaran harga 400 juta – 800 juta.

Metode lain yang digunakan oleh broker tradisional untuk meminta komisi adalah “MenUP harga”. Tujuan meninggalkan harga adalah penjual menetapkan harga dasar sementara broker membuat harganya sendiri di atas harga dasar. Jika rumah dijual dengan harga yang dibuat oleh broker, maka uang yang tersisa dari harga jual dikurangi dengan harga dasar adalah hak agen properti.

Artikel ini sudah tayang di noukavillage.com dengan judul Berapa Rata-Rata Komisi Agen Properti di Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Selamat Datang!

Klik salah satu Marketing kami di WhatsApp atau kirim email ke info@solpro.id

× Butuh bantuan kami?