Mana yang lebih kuat Bata Merah atau Bata Hebel?

Perbedaan Dasar Bata Hebel dan Bata Merah

Ketersediaan material untuk bangunan kini semakin beragam. Kamu dibebaskan untuk memilih bahan pembuatan struktur bangunan rumah yang bisa disesuaikan dengan konsep bangunan ataupun budget yang dimiliki.

Khusus untuk bahan baku pembuatan dinding, saat ini terdapat dua opsi material terpopuler, yakni bata hebel dan bata merah. Apakah kamu pernah terpikir menggunakan salah satu dari antara kedua bata tersebut? Nah, supaya kamu tidak salah pilih, di bawah ini Kania akan mengulas perbedaan bata hebel dan bata merah. Dengan demikian, kamu bisa memilih secara tepat material bata mana yang paling cocok untuk bangunan rumahmu. Simak ulasannya sampai habis, ya!

Bahan Utama Bata Hebel dan Bata Merah

Terkait pembuatannya, bata merah diproduksi dari tanah liat dengan proses pencetakan yang kemudian dibakar pada suhu tinggi hingga mengering dan mengeras. Sementara itu, bata hebel yang terdiri dari dua jenis, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC) menggunakan bahan utama yang sedikit lebih kompleks dibandingkan material bata merah.

Untuk bata hebel AAC, proses produksi yang dilakukan menggunakan bahan utama berupa semen, pasir kwarsa, kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium. Sementara, untuk bata hebel CLC dibuat menggunakan bahan utama seperti pasir, semen, air, dan busa.

Kekuatan Bata Hebel dan Bata Merah

Photo by Serenity Mitchell on Unsplash

Dalam proses produksinya, bata hebel menggunakan bahan pengikat berupa semen yang memiliki kekuatan lebih tinggi ketimbang tanah liat pada bata merah. Alhasil, kekuatan bata hebel jauh lebih unggul. Terlebih lagi, material bata hebel ini pun menggunakan campuran bahan yang sama seperti bahan pembuatan beton sehingga memenuhi standar untuk pembuatan bangunan tahan gempa.

Pada sejumlah tes yang dilakukan, material bata merah pun hanya memiliki kemampuan untuk menahan beban sekitar 25 kilogram per sentimeter persegi. Sementara, bata hebel dapat menahan beban mencapai 40 kg per sentimeter persegi. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa bata hebel memiliki kekuatan dua kali lebih baik ketimbang bata merah.

Penggunaan Bata Hebel dan Bata Merah


Umumnya, bata merah dibuat oleh industri rumahan, sedangkan bata hebel diproduksi menggunakan teknologi yang lebih modern sehingga memengaruhi kerapian yang dihasilkan. Bata hebel mempunyai ukuran, bentuk, dan kualitas yang seragam agar memudahkanmu dalam mengaplikasikannya. Lain halnya dengan bata merah yang memiliki ukuran dan bentuk tidak seragam sehingga memerlukan plesteran tebal untuk menghasilkan dinding rata.

Meskipun demikian, bata merah lebih mudah untuk dipasang karena tidak memerlukan keahlian khusus, sedangkan bata hebel sebaiknya dipasangkan oleh ahli khusus agar hasilnya presisi. Selain itu, bata merah pun sangat cocok digunakan pada bidang bangunan yang kecil, sedangkan bata hebel lebih pas digunakan pada bangunan yang terdiri dari beberapa lantai.

Meskipun memiliki dimensi fisik lebih kecil, tapi bata merah memiliki bobot yang tergolong berat sehingga memengaruhi durasi waktu pengangkutan, pemasangan, serta dapat membebani struktur penopangnya. Sementara itu, bata hebel memiliki karakter berbeda, di mana ukurannya yang ringan tak hanya mempermudah proses pengangkutan, tapi juga membuat durasi pemasangan lebih cepat, aman, dan dapat menopang struktur secara lebih prima.

Sangat mudah ditemukan di hampir semua toko material, bata merah dijual dengan harga yang cukup terjangkau sehingga sangat cocok digunakan oleh kamu yang memiliki anggaran terbatas untuk membangun hunian impian. Lain halnya dengan bata hebel yang ketersediaannya saat ini masih cukup jarang sehingga dijual dengan harga yang lebih mahal ketimbang bata merah.

Artikel ini sudah tayang di dekoruma.com dengan judul Bata Hebel atau Bata Merah, Mana yang Lebih Kuat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *